Waktu itu sore menjelang maghrib. Di pelataran rumah kecil kami di Lombok Tengah, saya duduk bersama ibu sambil menyetrika pakaian anak-anak. Kami ngobrol ringan, sampai tiba-tiba ibu bilang, “Kalau tahun depan ada rezeki, Ibu pengin banget umroh. Biar bisa lihat Ka’bah sebelum umur makin tua.” Kalimat itu langsung berhenti di kepala saya. Diam-diam, saya simpan dalam hati dan mulai cari cara.
Saya tahu betul bahwa banyak orang yang punya niat serupa, terutama dari kampung. Tapi yang sering bikin ragu itu satu: bingung mulai dari mana. Travel mana yang terpercaya? Siapa yang bisa bantu dari awal? Paket mana yang sesuai? Saya mulai cari-cari informasi tentang paket umroh lombok. Tapi saya nggak pengin asal daftar. Saya cari yang bener-bener ngerti kebutuhan jamaah dari Lombok.
Nama Fitour International mulai sering muncul di percakapan teman-teman pengajian dan grup WhatsApp warga. Awalnya saya pikir ya, mungkin sama aja dengan biro lain. Tapi karena terus-terusan direkomendasikan, saya mulai penasaran. Saya buka websitenya, lihat dokumentasi, baca testimoni, dan yang paling menarik: semua info mereka terasa jujur, hangat, dan ramah. Tidak mengintimidasi.
Saya datang ke sesi manasik mereka di Mataram. Nggak mewah, tapi suasananya adem. Jamaah dari berbagai usia duduk lesehan, ngopi, sambil denger penjelasan tentang rute perjalanan, tata cara ibadah, hingga hal-hal teknis kecil yang sering bikin bingung, seperti penggunaan kamar hotel di Makkah, atau kapan waktu ideal thawaf sunnah.
Yang bikin saya langsung yakin waktu itu adalah pendekatan mereka. Fitour nggak sekadar jualan paket umroh dari Lombok, tapi benar-benar mendampingi. Saya lihat ada seorang ibu dari Pringgabaya yang tampaknya cemas karena baru pertama kali naik pesawat. Salah satu tim Fitour langsung dampingi beliau dari awal, jelaskan pelan-pelan, bahkan bantu simulasi proses boarding.
Setelah daftar, saya dan ibu dibantu urus paspor, vaksin, dan segala dokumen penting lainnya. Yang saya syukuri, Fitour juga menyediakan opsi keberangkatan langsung dari Bandara Internasional ZAM, jadi nggak perlu transit jauh dulu ke Jakarta atau Surabaya. Ini penting banget buat kami warga NTB, supaya perjalanan nggak melelahkan sejak awal.
Hari keberangkatan pun tiba. Kami datang sekeluarga untuk mengantar ibu. Di ruang tunggu bandara, saya lihat wajah-wajah penuh haru dan rindu. Tapi semuanya tenang karena tahu mereka berangkat dengan tim yang peduli. Tim Fitour aktif mengecek ulang koper jamaah, memastikan tidak ada dokumen yang tertinggal, dan menenangkan jamaah lansia yang sedikit gugup.
Selama ibu di Tanah Suci, kami terus dapat kabar lewat grup WhatsApp keluarga. Update harian, foto-foto kegiatan, dan bahkan video pendek dari ustadz pembimbing. Saya jadi merasa seperti ikut menyaksikan perjalanan ibu dari kejauhan.
Ibu kembali dengan wajah berbeda. Lebih tenang, lebih ringan. Dia cerita tentang saat thawaf, saat shalat di Raudhah, dan tentang ustadz pembimbing yang setiap malam memberikan tausiah ringan sebelum istirahat. Katanya, “Ibu nggak merasa sendiri. Kaya lagi di kampung sendiri, tapi lebih tenang.”
Dan itulah kenapa saya sekarang sering cerita ke teman-teman tentang pengalaman ini. Karena saya tahu, banyak warga Lombok yang ingin umroh tapi bingung harus mulai dari mana. Kalau kamu juga lagi cari paket umroh lombok yang aman, terpercaya, dan dekat di hati, mulai saja dari sini:
Fitour International
Kamu bisa temukan info lengkap tentang jadwal, rute, program khusus lansia, serta dokumentasi jamaah sebelumnya. Dan yang paling penting, kamu akan dibimbing oleh tim yang sudah berpengalaman menangani jamaah dari berbagai latar belakang—dari yang sudah terbiasa traveling, hingga yang baru pertama kali naik pesawat.
Saya sendiri sedang menabung untuk ikut di batch berikutnya. Kali ini, saya ingin temani ibu sekalian membawa istri. Rasanya nggak ada yang lebih indah dari bisa beribadah bareng orang tersayang, dengan bimbingan orang-orang yang kita percaya.